Cinta Itu

13 November 2020

Cinta memang tidak harus memiliki sehingga keberadaannya akan selalu ada. Tidak pernah habis. Menjadi ruh inspirasi. Bila ada kesedihan karena tak memiliki apa yang dicintai pertanda hati belum merdeka dari rasa kemelakatannya. Bila yang diharapkan adalah kebahagiaan bersama maka bebaskanlah hingga garismu bisa segaris dengannya. Bila tidak, tak apa, kamu masih memiliki cinta itu. Tidak perlu bersedih dan menyesali karena setiap diri memiliki bagian atas hidupnya masing-masing. Jadikan pelajaran rasa yang pernah ada untuk membangun diri dalam rangka menghadapi hari depan. Hari depan adalah semua susunan hari lalu dan kini yang dibina di hari ini.

Jangan pernah paksakan sesuatu di luar dari kapasitas diri, tapi tidak salah juga melakukannya bila sekiranya hal tersebut memang baik untuk diri. Namun, genggamlah apa yang bisa digenggam erat dengan sekepal telapak tangan. Jangan paksa mengambil bila tidak bisa menjaga. Bila yang diambil terjatuh, rusak porak poranda, apakah kita akan turun untuk mengambilnya kembali dan memperbaikinya?

Bila hati itu telah yakin, sesulit apapun pasti akan dihadapi. Bila tidak, semudah apapun pasti akan terasa sulit. Orang yang tidak meyakini dirinya akan sulit meyakinkan hatinya dan membawanya ke arah yang sama bersama dengan pikirannya. Kitalah yang memilih rute untuk kita jalani. Sulit mudahnya jalan yang dilalui kitalah yang membuatnya demikian. Bagi yang tidak memiliki pilihan buatlah pilihan dengan tetap bersandar pada realita.

Arah-Nya akan menuntun pada tempat terindah, itu adalah janji-Nya pada setiap hati yang terpanggil dengan seruan takbir, karena ke mana hati menuju, di sanalah mungkin cinta yang telah ada itu akan tumbuh…

Jum’at siang

**

Namun, bila nafsu yang menjadi acuan. Rusak binasalah kita. Nafsu tidak memiliki ukuran. Versi benarnya adalah nisbi. Zaman kian mengaburkan, hanya bertumpu pada apa yang tampak di mata. Bila kita ikuti pakem. Membumikan nilai. Nilai temporal terikat pada konteksnya. Untuk memahami koteksnya, kita membutuhkan pengetahuan (rasa saling mengenal).

13 November 2020