Februari Akhir

23 Februari 2021

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), idola mempunyai makna sebagai “orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan”. Bila melihat makna ini, sebagai muslim akan tahu siapa sesungguhnya yang pantas untuk diidolakan, yang kita puja siang dan malam, terus menerus, sepanjang hidup, yakni Allah azza wa jalla.

Definisi lain seperti yang terdapat di Brainly.co.id, “idola adalah orang yang dianggap istimewa karena kelebihan atau prestasi yang dimilikinya sehingga menimbulkan perasaan pada diri seseorang untuk meniru cara dan gaya tokoh idola dalam mencapai prestasinya.”. Bila definisi ini dimaknai oleh seorang muslim, lagi-lagi akan diketahui siapa sesungguhnya yang harusnya diidolakan, yakni Rasulullah SAW.

Bila kamu menyukai sesuatu karena sesuatu hal yang spesifik maka sukai itu tanpa menyukai secara keseluruhan. Bila kamu harus menyukainya secara keseluruhan maka kamu harus menyadari bahwa menyukai keseluruhan berarti seharusnya menyukai segala hal, termasuk di dalamnya adalah kekurangan, kelemahan, keburukan, baik yang sudah diketahui, atau tidak. Baik yang diketahui saat ini, atau yang akan diketahui di masa mendatang.

Jangan menilai manusia seperti malaikat yang tidak bercela karena tidak memiliki nafsu. Namun, para malaikat tidak bisa memberi teladan, karena mereka tidak hidup di tengah-tengahmu sebagai manusia sepertimu. Manusia yang bisa melakukan hal itu hanyalah para Nabi yang diutus padamu untuk memberikan pedoman perilaku untuk diikuti.

Jangan mengikuti manusia dengan menganggap mereka sempurna. Ikuti apa yang baik dan benar dari mereka, dan tinggalkan keburukan dan kelemahannya. Jangan bicarakan aibnya karena menjadi kewajiban bagi sesama muslim untuk menutupi setiap cela yang ada pada saudaranya. Bila aibnya benar maka membicarakannya adalah ghibah, dan jika aibnya tidak benar maka itu adalah fitnah. Keduanya adalah dosa, tidak ada kebaikan untuk kita membicarakannya, malah mengantarkan diri kita pada keburukan. Siapa yang rela menjatuhkan dirinya sendiri pada kubangan dosa? Sungguhlah amat merugi bila kita melakukan hal tersebut.

Jadikan setiap sesuatu yang menimpa saudara-saudara kita sebagai ibroh untuk diri kita sendiri bukan dengan membicarakannya tanpa adanya manfaat. Banyak hal yang bisa dipetik dari suatu peristiwa bila kita hendak mengambilnya sebagai pelajaran.

Wallahu A'lam…