Git: Hugo - Hermit (5)

17 April 2021

Setelah kurang dari dua tahun lalu kita membahas tentang Markdown yang merupakan seri dari pembahasan Hugo – Hermit kali ini untuk memenuhi janji, saya akan menulis tentang git.

Materi tentang git sendiri sudah banyak betebaran di Internet dan mungkin sebagian dari kita sudah menggunakannya baik untuk digunakan sendiri maupun untuk berkolaborasi dalam tim.

Kita bisa mengakses dokumentasi git untuk mengetahui lebih banyak tentang git dan cara menggunakannya. Kita juga bisa mengunduh ebook git di sini dan untuk versi Bahasa Indonesia (sayangnya belum semuanya diterjemahkan) di sini.

Rasanya saat ini jarang kita temukan seorang penulis kode tidak melakukan pencatatan periwayatan pada file yang dikerjakannya apalagi jika bukan hanya satu file saja yang ditulisnya, tetapi ada belasan sampai puluhan file yang kompleks.

Oleh sebab penulisan kode selalu ada revisi untuk perbaikan jika ada kesalahan dan pengembangan dengan penambahan isi file dan file baru maka keberadaan git sangat diperlukan untuk memudahkan pengembalian penulisan ke revisi tertentu yang diinginkan.

Git juga diperlukan jika penulis kode ingin berbagi pekerjaan dengan penulis kode lain di mana hasil finalnya akan menggabungkan beberapa part yang dikerjakan oleh masing-masing penulis kode. Atau, kita ingin membuat variasi kode di versi tertentu dan menjadikannya sebagai project yang terpisah sehingga kita tidak mengulang menulis kode lagi dari awal. Dan, masih banyak lagi kegunaan git lainnya yang bermanfaat bagi programmer atau web developer.

Pembahasan Git dalam tulisan selanjutnya mungkin hanya sebatas membuat repositori git, menambahkan berkas, commit berkas, dan mengirim berkas dari komputer lokal ke repositori online (Kita akan menggunakan GitHub sebagai host repositori git kita).