Marhaban Ya Ramadan

12 April 2021

Bulan mulia telah tiba untuk kembali membakar dosa-dosa para hamba melalui jalan takwa, yakni puasa di siang harinya dan menghidupi malam dengan ibadah kepada-Nya.

Membuka pintu-pintu kebaikan untuk dirinya dan orang lain dan menutup pintu-pintu keburukan darinya dan orang lain.

Diri yang menjadi sebab dari baik dan buruknya sesuatu yang datang kepadanya.

Inilah bulan tarbiyah untuk jiwa. Melatih jiwa untuk tunduk dan taat pada perintah dan larangan yang datang dari-Nya.

Sungguh beratlah bagi jiwa yang terikat pada syahwat dunia menanggalkan kemaksiatan dan semua keburukannya. Namun, ringan bagi jiwa yang condong hatinya pada kehidupan akhirat. Terlebih bagi jiwa yang mencintai Rabbnya. Malam-malamnya menjadi lebih indah dari malam-malam lainnya.

Puasa adalah mengoptimalisasi diri di tengah keterbatasan dan kesederhanaan untuk taat agar melahirkan sifat takwa dengan menjaga diri dari syahwat dunia melalui pintu-pintu, antara lain: mata, telinga, kemaluan, mulut, dan akhirnya muaranya adalah hati dan pikiran. Pintu-pintu itu dijaga dengan filter larangan yang membatalkan puasa. Ramadan adalah sarana untuk mendekatkan diri pada jannah-Nya. Shortcut terbaik untuk melakukan revolusi pada diri manusia dari makhluk yang ingkar menjadi taat. Dari biasa menjadi luar biasa. Dari ulat menjadi kupu-kupu. Dari belenggu menjadi kebebasan. Dari derita pada hal yang semu menjadi bahagia karena sebab yang sejati.

Inilah saatnya melepaskan segel hati dan membersihkannya agar hati itu bisa bernafas kembali. Melepaskan beban-bebannya. Semoga kita dimudahkan untuk taat dan bisa meraskan nikmatnya beribadah pada Ramadan tahun ini dalam suasana yang masih sama dengan tahun sebelumnya. Namun, tak mengapa, tak menjadi soal bagi hamba yang mengambil esensi puasa bukan semata pernak perniknya. Malahan di tengah keterbatasan puasa akan jauh lebih bermakna. Lebih bernas.

Selamat menunaikan ibadah puasa 1 Ramadan 1442.