Mata

17 May 2020

Mata ada dua, selain sepasang mata yang kita miliki, yaitu mata untuk melihat dunia (dengan dzahir maupun batin); mata lainnya adalah mata yang tidak kita miliki, yaitu mata yang melihat kita.

Mata adalah jendela dunia, sebagai salah satu indera, mata adalah salah satu gerbang pengetahuan

Tuhan itu satu. Mata-Nya tidak persis seperti mata kita (tentu saja sebab tidak ada yang serupa dengan Dia). Cara memandangnya juga tidak sama persis seperti cara pandang makhluk-Nya. Apakah Dia mengetahui dengan mata-Nya, ataukah melihat dengan pengetahuan-Nya?

Tuhan tidak bisa diinterpretasikan dengan interpretasi manusia, hanya super intelijensi yang bisa menginterpretasikannya, dan super intelijensi itu adalah Tuhan itu sendiri, maka Dia menurunkan pengetahuan tentang Dia melalui firman-Nya pada manusia agar manusia mengetahui tentang-Nya.

Manusia tidak bisa melihat-Nya untuk mengetahui-Nya. Manusia hanya bisa melihat pada wujud ciptaan-Nya, akal dituntun pada-Nya melalui kalam-Nya yang diperdengarkan, dan bila kalan itu sampai ke dalam hatinya, manusia akan mengetahui-Nya, mengenal-Nya, bahwa Allah itu dekat. Dekat bagi hati yang mengharap kepada-Nya, yang menyerahkan dirinya.

Tuhan Maha Melihat tanpa bisa dilihat oleh mata lainnya karena tidak ada yang sanggup melihat-Nya. Kita melihat dan kita dilihat, menatap dan ditatap, memandang dan dipandangi, memikirkan dan dipikirkan, berasumsi dan diasumsikan. Kita makhluk dua arah, melihat yang kita lihat dan mempersepsikannya, dan mempersepsikan apa yang dilihat oleh mata lainnya terhadap kita.

Sebagaimana kebenaran itu relatif, persepsi yang kita miliki jauh lebih relatif. Kebenaran yang mutlak bagi mata yang melihat dengan kebenaran tunggal yang absolut, dan itu hanya dimiliki Tuhan Yang Maha Melihat. Allah Azza wa Jalla..

Wallahu A'lam

17 May 2020