Penistaan

18 April 2021

Penghinaan terhadap Islam kerap terjadi di dunia maya melalui situs-situs, forum-forum, dan platform media sosial, baik dalam tulisan, gambar, maupun audio – video. Hal seperti ini sudah berlangsung lama dilakukan oleh orang-orang dari kalangan agama tertentu yang lucunya tujuannya adalah untuk mengkampanyekan agama mereka. Saya sebagai orang awam tidak habis pikir bagaimana bisa membuat seseorang tertarik pada ajaran keyakinan tertentu dengan cara seperti itu. Orang yang ingin mencari jalan kebenaran tidak akan menempuh jalan yang isinya menjelek-jelekkan keyakinan orang lain. Apalagi di masa sekarang khususnya di Indonesia adalah hal yang salah mengajak orang yang sudah beragama untuk masuk ke dalam agama lain meski tidak ada pemaksaan sekalipun karena akan mengganggu kerukunan antar umat beragama.

Walaupun sudah ada hukum yang mengatur tetapi tetap saja tidak mengurangi berbagai perbuatan penistaan agama yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, yang sangat disayangkannya adalah mereka yang sekolah agama. Mereka bukan orang yang “bodoh” dalam segi intelektualitas meski dipertanyakan moralitasnya karena bagaimana bisa orang beragama tetapi justru tidak memiliki sifat-sifat orang yang beragama dengan tidak menghormati keyakinan dan agama orang lain. Ya, tetapi bukankah mereka punya misi tertentu? Dilihat betapa seriusnya mereka melakukan hal tersebut, jawabannya bisa jadi “iya”.

Seperti yang terjadi pada peristiwa terbaru yang mengemuka di media pada sehari belakangan ini. Saya mengetahui pertama kali kemarin malam dari salah satu kanal YouTube yang membahas perihal video penistaan yang menurut saya cukup fatal dan membuat “geram”. Memang masalah penistaan agama bukan hal baru-baru ini saja terjadi. Sudah sangat banyak dan sering terjadi. Dikatakan meresahkan memang sangat meresahkan tetapi kebanyakan respon kebanyakan hanya dalam bentuk komentar dan “serangan balik” dan tidak melangkah ke jalur hukum. Hanya saja kali ini berbeda. Ada apa kenapa baru di “up” sekarang? Apapun itu saya cukup bersyukur karena masalah ini disikapi serius oleh ormas-ormas Islam, anggota dewan, dan juga pihak kepolisian. Walaupun ada suara-suara yang menyatakan tidak usah berlebihan meresponnya karena “orang ini” cuma ingin mencari sensasi dan lain sebagainya.

Saya kira ketika suatu perbuatan sudah keterlaluan dan meresahkan apalagi perbuatan tersebut juga sudah terindikasi penistaan agama maka aparat harus bekerja untuk memprosesnya demi tegaknya hukum dan masyarakat bisa tenang karena aparat benar-benar bekerja untuk memberikan rasa perlindungan pada apa yang menjadi keyakinan mereka dari rasa tersakiti, terluka, terendahkan, amarah, dan lain sebagainya. Agama adalah hal sakral yang harusnya dihormati dan dihargai oleh semua pemeluk agama. Hal itu menjadi syarat terwujudnya kedamaian antar umat beragama. Saat toleransi tidak hanya terucap di lisan saja tetapi benar-benar teraplikasi ke dalam perbuatan.