Takdir itu Baik

22 Januari 2021

Di masa-masa seperti ini di mana kita menghadapi rentetan musibah berupa bencana dan wafatnya beberapa alim ulama yang menjadi guru umat kita perlu untuk tetap berhusnudzon pada ketentuan Allah SWT. Takdir selalu baik untuk manusia. Tidak ada takdir buruk. Keburukan itu datangnya dari manusia itu sendiri. Kita yang membuat keburukan itu ada lalu Allah ingin memperbaikinya dengan menegur kita dan memulihkan akibat dari apa yang telah kita rusak. Alam memiliki daya lentingnya. Bumi menghela nafas. Bergerak atas perintah-Nya. Kemarahan diredam-Nya, menjaga agar murkanya tidak menghancurkan semua. Belum waktunya, tentunya.

Takdir-Nya selalu baik untuk kita. Bila pahit terasa, tetapi itu adalah obat. Mengapa kita dikasih obat? Mungkin kita tengah sakit tanpa kita sadari dan Allah ingin menyembuhkan kita. Bukan hanya kita tetapi juga alam ini. Agar alam tidak turut binasa bersama dengan keburukan kita.

Sadar atau tidak, kita mungkin sudah melampaui batas dalam berbuat. Perbuatan yang terus terakumulasi dari waktu ke waktu. Bukan hanya kita yang berada di negeri ini, tetapi mencakup seluruh dunia. Kita tidak hanya merasakan akibat dari perbuatan tangan kita di negeri ini tetapi merasakan pula akibat dari akumulasi kerusakan yang terjadi di negeri-negeri lain.

Musibah demi musibah adalah basuhan untuk membersihkan dosa-dosa kita, kesalahan-kesalahan kita, sekaligus menjadi pengingat ketika manusia tidak lagi bisa diingatkan dengan sesamanya. Musibah juga memiliki sisi kebaikan yang besar untuk kita. Hadapi dengan sabar dan syukur. Tingkatkan terus kesabaran dan amaliah karena kita tidak pernah tahu kapan dan di bumi mana kita akan mati. Kematian itu pasti, mungkin hari ini, seminggu lagi, sebulan lagi, atau setahun lagi. Tidak ada yang tahu.

Kematian kita bisa menjadi akhir yang baik, tetapi juga bisa menjadi akhir yang buruk. Semua itu ditentukan oleh hari-hari yang kita jalani atau sesuai dengan kebiasaan hidup kita selama ini. Teruslah berdoa dan berharap bahwa kelak hari di mana kita mati adalah hari yang baik dengan membawa pulang amal yang cukup sebagai bekal untuk hidup berbahagia selepas dari dunia. Seburuk apapun kita saat ini dengan berdoa dan berharap hal yang baik di ujung hayat, semoga Allah mengabulkannya dengan menggerakkan hati kita pada ketaatan sehingga jiwa kita tergerak untuk beribadah dan menjauhi maksiat.

Semoga Allah segera mengangkat musibah demi musibah yang saat ini sedang menerpa dan menjauhkan kita dari bencana-bencana kelak. Menyelamatkan kita dari situasi yang buruk dan memberikan kita pertolongan di saat kita membutuhkan. Semoga kita dikuatkan menjalani peristiwa demi peristiwa yang tidak kita inginkan dengan melimpahkan pada diri kita kesabaran dan keimanan.

Aamiin…